Rabu, 19 Desember 2012

Karang Taruna


BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang Masalah
Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan di Indonesia. Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah Desa / Kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial. Sebagai organisasi sosial kepemudaan Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan serta pemberdayaan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomis produktif dengan pendayagunaan semua potensi yang tersedia dilingkungan baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang telah ada. Sebagai organisasi kepemudaan, Karang Taruna berpedoman pada Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga dimana telah pula diatur tentang struktur penggurus dan masa jabatan dimasing-masing wilayah mulai dari Desa / Kelurahan sampai pada tingkat Nasional. Semua ini wujud dari pada regenerasi organisasi demi kelanjutan organisasi serta pembinaan anggota Karang Taruna baik dimasa sekarang maupun masa yang akan datang.

1.2  Tujuan
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Teori Organisasi Umum. Melalui makalah ini diharapkan para pembaca lebih mengetahui dan lebih tanggap akan pentingnya organisasi Karang Taruna dalam lingkungan sekitar.












BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Organisasi Karang Taruna
Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan di Indonesia. Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah Desa / Kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial. Sebagai organisasi sosial kepemudaan Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan serta pemberdayaan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomis produktif dengan pendayagunaan semua potensi yang tersedia dilingkungan baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang telah ada. Sebagai organisasi kepemudaan, Karang Taruna berpedoman pada Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga dimana telah pula diatur tentang struktur penggurus dan masa jabatan dimasing-masing wilayah mulai dari Desa / Kelurahan sampai pada tingkat Nasional. Semua ini wujud dari pada regenerasi organisasi demi kelanjutan organisasi serta pembinaan anggota Karang Taruna baik dimasa sekarang maupun masa yang akan datang.

B. Bentuk-Bentuk Organisasi Karang Taruna
MACAM-MACAM BENTUK ORGANISASI
Dalam pelaksanaannya, dikenal adanya bermacam bentuk organisasi atau lebih tepatnya struktur organisasi, di antarnya adalah:
Ø  Organisasi Garis
Bentuk organisasi garis ini pertama kali muncul di kalangan militer dan merupakan bentuk organisasi yang paling tua. Bentuk ini diciptakan oleh Henry Fayol, disamping itu bentuk organisasi garis merupakan bentuk organisasi yang paling sederhana.
Organisasi garis mempunyai ciri khas sebagai berikut :
a.       Jumlah karyawan relatif sedikit
b.      Organisasi relatif kecil
c.       Karyawan saling mengenal dengan akrab
d.      Belum adanya spesialisasi kerja, atau jika ada masih relatif rendah
Kebaikannya :
1.      Perintah atau komando berjalan lancar, karena pimpinan hanya seorang
2.      Keputusan dapat diambil secara cepat
3. Solidaritas karyawan sangat tinggi, karena saling mengenal satu sama lain.
Kelemahannya :
1. Kemampuan seorang pimpinan sangat berpengaruh, sehingga jika pimpinan tidak cakap atau tidak mampu, akan berakibat fatal bagi organisasi tersebut.
2. Timbulnya atau mendorong adanya sifat otoriter dari seorang pimpinan organisasi.
3.  Membatasi perkembangan individu bawahan/ anggotanya.
Ø  Organisasi Fungsional
Dalam prakteknya, struktur organisasi fungsional ini kadang-kadang menimbulkan ketidak jelasan dalam pemberian perintah dari atasan kepada bawahan.Hal ini disebabkan kerena setiap atasan mempunyai wewenang untuk memberikan perintah kepada setiap bawahan yang ada, sepanjang perintah tersebut masih ada hubungannya dengan fungsi yang dimiliki atasan. Struktur organisasi fungsional yang pada mulanya diciptakan oleh F.W Taylor, juga mempunyai kebaikan maupun kelemahan tersendiri.
Kebaikannya adalah :
a.  Adanya spesialisasi tugas yang jelas
b. Adanya tenaga-tenaga ahli dalam masing-masing tugas sesuai dengan fungsi-fungsi organisasi yang ada
c.  Karyawan dengan spesialisasinya dapat didayagunakan semaksimal mungkin
Kelemahannya adalah :
a.  Koordinasi agak sulit diterapkan, karena bawahan mempunyai beberapa atasan.
b. Proses pengambilan keputusan seringkali terlambat, karena ditentukan oleh “top management”
c. Dituntut adanya karyawan yang benar-benar trampil (seorang spesialis), yang kadang-kadang sulit mencarinya
Ø  Organisasi Garis Dan Staf
Bila suatu organisasi itu masih ralatif kecil, artinya belum banyak permasalahan yang dihadapi dan segera harus diatasi, maka bentuk struktur organisasi yang sederhana (organisasi garis) dapat untuk mengatasinya.Namun apabila organisasi tersebut berkembang semakin luas, mungkin akan timbul berbagai kesulitan bagi seorang pimpinan dalam mengambil suatu keputusan (decision making), sehingga pimpinan tersebut merasa perlu untuk minta bantuan kepada orang lain yang dianggap mampu dan ahli. Oleh sebab itu, dibentuklah suatu “staf penasehat” yang merupakan kumpulan orang-orang yang ahli dalam bidang-bidang tertentu. Adapun tugas dari staf tersebut adalah membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan.

Kebaikannya adalah :
1. Dapat diterapkan baik dalam organisasi yang besar maupun organisasi yang kecil, apapun tujuan organisasi tersebut
2. Ada pembagian tugas antara pimpinan dan bawahan (pelaksana) yang diakibatkan adanya staf
3. Keputusan dapat diambil dengan lebih baik, karena adanya saran dari para ahli (staf)
Kelemahannya adalah :
1. Rasa solidaritas karyawan berkurang, karena tidak saling mengenal antara bagian satu dengan bagian lainnya.
2. Perintah kadang-kadang menjadi agak kabur atau kurang jelas
3. Pelaksanaan pekerjaan akan mengalami hambatan, apabila koordinasi pada staf kurang baik.
Ø  Organisasi Gabungan
Bentuk organisasi gabungan ini pada dasarnya merupakan bentuk dari kombinasi struktur organisasi yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga bentuk sruktur organisasinya dapat berupa gabungan dari bentuk organisasi garis dan staf, garis dan fungsional, fungsional dan staf atau kombinasi dari ketiga bentuk organisasi tersebut. Sehingga bentuk struktur organisasi gabungan ini akan mempunyai kebaikan serta kelemahannya mengikuti kebaikan maupun kelemahan organisasi yang dibentuknya dalam rangka penggabungan tersebut. 
Ø  Organisasi Matriks
Bentuk struktur organisasi matrik pertama kali muncul pada sebuah perusahaan industri ruang angkasa, yang mempunyai banyak departemen di mana masing-masing departemen dipegang oleh para spesialis (tim ahli) guna mencapai tujuan perusahaan secara khusus. Dewasa ini, struktur organisasi matriks sering diterapkan pada suatu pekerjaan yang merupakan proyek-proyek besar. Secara nyata terlihat bahwa untuk menangani suatu proyek yang cukup besar dengan permasalahannya yang sangat kompleks, diperlukan suatu upaya penyelesaian yang tepat, baik ditinjau dari segi waktu, tenaga maupun biaya yang dibutuhkan. Karena dirasakan bahwa bentuk organisasi yang disebutkan sebelumnya tidak dapat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut, maka dibentuklah struktur matriks ini, yang pada dasarnya mempunyai tujuan memadukan berbagai bentuk struktur organisasi yang telah ada serta unsur personalia yang ada dalam organisasi dengan berbagai spesialisasinya guna menyelesaikan suatu proyek. Dalam organisasi matriks, seorang bawahan mempunyai dua orang atasan sehingga mereka dibawah dua jalur wewenang atau dengan kata lain mempunyai dua rantai perintah, yang satu secara vertikal (bersifat fungsional) sedang lainnya secara horizontal yang berasal dari perintah pimpinan proyek. Bila kedua jalur tersebut digabungkan, akan terlihat bentuk sebuah matriks, sehingga disebut organisasi matriks
Ø  Organisasi Supervisi
Di Amerika Serikat terdapat bervariasi bentuk organisasi supervisi. Hal ini disebabkan antara lain kerena terdapat pertumbuhan sekolah-sekolah secara pesat dengan angka problema yang diadministrir. Pertumbuhan sekolah menambah jumlah lembaga supervise dengan variasi tugas para supervisor. Kondisi-kondisi seperti besarnya sekolah, jumlah pelaksana supervisi beserta pendidikan dan pengalaman orang-orang yang di supervise menyebabkan perbedaan organisasi supervise.
Fred C. Ayer & A. S. Barr, mengemukakan tiga bentuk Organisasi Supervisi. Di antaranya adalah:
1.      Bentuk organisasi Extrisic-dualistic.
2.      Bentuk organisasi Line and Staff.
3.      Bentuk organisasi coordinate. Soetopo Hendiyat (1982:72).

C.  Stuktur Organisasi Karang Taruna
Pengertian Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah bagaimana suatu pekerjaan dibagi, dikelompokkan, serta  dikoordinasikan secara formal.
Ø  Elemen Struktur Organisasi
Terdapat enam elemen kunci yang harus diperhatikan oleh para manajer ketika akan mendesain struktur dalam organisasi, antara lain:
1. Spesialisasi Pekerjaan.
Sejauh mana tugas-tugas dalam suatu organisasi dibagi-bagi ke dalam beberapa pekerjaan yang terpisah
2. Departemenisasi.
Departemenisasi dapat berwujud proses, produk, geografi, serta pelanggan.
3. Rantai Komando.
Garis wewenang yang tanpa putus yang membentang dari puncak organisasi ke eselon paling bawah dan menjelaskan siapa saja yang bertanggung jawab kepada siapa.
4. Rentang Kendali.
Jumlah bawahan yang dapat diarahkan oleh seseorang manajer secara efektif dan efisien.
5. Sentralisasi dan Desentralisasi.
Sentralisasi mengacu pada sejauh mana tingkat pengambilan keputusan tersebut terkonsentrasi pada satu titik dalam organisasi. Desentralisasi merupakan lawan dari sentralisasi.
6. Formalisasi.
Sejauh mana suatu pekerjaan dalam organisasi tersebut dibakukan.
Struktur Sederhana Organisasi
Struktur sederhana merupakan sebuah struktur yang dicirikan dengan kadar departementalisasi yang rendah, rentang kendali yang luas, wewenang yang terpusat pada seseorang saja, dan sedikit formalisasi. Struktur sederhana banyak dipraktikkan dalam usaha-usaha kecil di mana manajer dan pemilik adalah orang yang satu dan sama. Kekuatan dari struktur ini adalah kesederhanaannya yang tercermin dalam kecepatan, kefleksibelan, ketidakmahalan dalam pengelolaan, dan kejelasan akuntabilitas. Kelemahan utamanya adalah struktur ini sulit untuk dijalankan di mana pun selain di organisasi kecil sebab struktur sederhana menjadi tidak memadai ketika sebuah organisasi berkembang karena formalisasinya yang rendah dan sentralisasinya yang tinggi cenderung menimbulkan beban berlebih (overload) di puncak.
Desain Struktur Organiasasi Modern
Ø  Struktur Tim
Struktur tim merupakan pemanfaatan tim sebagai perangkat sentral untuk mengoordinasikan suatu kegiatan kerja. Ciri-ciri utama struktur tim adalah bahwa struktr ini meniadakan kendala-kendala departemental serta mendesentralisasi pengambilan keputusan ke tingkat tim kerja. Struktur tim juga mendorong karyawan untuk menjadi generalis sekaligus spesialis
Ø  Organisasi Virtual
            Organisasi Virtual merupakan sebuah organisaisi yang berusaha menghapus rantai komando memiliki rentang kendali tak ternatas, dan mengganti departemen dengan tim yag diberdayakan.
Ø  Organisasi Nirbatas
            Organisasi nirbatas merupakan organisasi yang berusaha menghapuskan rantai komando, yang memiliki rentang kendali tidak terbatas, serta mengganti departemen dengan tim yang diberdayakan.
Faktor Penentu Struktur Organisasi
            Sebagian organisasi terstruktur pada garis yang cenderung mekanistis sedangkan sebagian yang lainnya mengikuti karakteristik organik. Berikut adalah faktor-faktor utama yang diidentifikasi menjadi penyebab atau penentu struktur suatu organisasi:
1.     Strategi
Sasaran diturunkan dari strategi organisasi secara keseluruhan, wajar kalau strategi dan struktur harus terkait erat sekali. Tepatnya struktur harus mengikuti strategi. Jika manajemen melakukan suatu perubahan yang signifikan dalam strategi organisasinya, maka struktur pun perlu dimodifikasi untuk menampung serta mendukung perubahan tersebut.
Strategi inovasimerupakan strategi yang menekankan diperkenalkannya produk dan jasa baru yang menjadi andalan. Strategi minimalisasi biaya adalah strategi yang menekankan pengendalian biaya secara ketat, menghindari pengeluaran untuk inovasi dan pemasaran yang tidak perlu, dan pemotongan harga. Strategi imitasi adalah strategi yang mencoba masuk ke produk-produk atau pasar-pasar baru hanya setelah viabilitas terbukti
2.     Ukuran Organisasi
Ukuran sebuah organisasi secara signifikan memengaruhi struktur
3.     Teknologi
Istilahteknologi mengacu pada cara sebuah organisasi mengubah input menjadi output. Setiap organisasi paling tidak memiliki satu teknologi untuk mengubah sumber daya finansial, SDM, dan sumber daya fisik menjadi produk atau jasa.
4.     Lingkungan
Lingkungan sebuah organisasi terbentuk dari lembaga-lembaga atau kekuatan-kekuatan di luar organisasi yang berpotensi memengaruhi kinerja organisasi. Kekuatan-kekuatan ini biasanya meliputi pemasok, pelanggan, pesaing, badan peraturan pemerintah, kelomok-kelompok tekanan publik, dan sebagainya.
D. Wewenang Dan Tanggungjawab Organisasi Karang Taruna
Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus Karang Taruna :
1. Ketua Karang Taruna
Ø  Kewenangan
Membuat serta mengesahkan semua keputusan dan kebijakan organisasi yang bersiat strategis melalui kesepakatan dalam forum atau rapat pengurus.
Ø  Tanggung Jawab
Mengkoordinasikan serta mengorganisasikan seluruh penyelenggaraan organisasi dan program kerjanya dan mempertanggungjawabkan secara internal kepada rapat pengurus dan forum TKS pada akhir masa baktinya.
Ø  Tugas
A.  Memimpin rapat - rapat pengururs pleno dan rapat - rapat pengurus harian.
B.  Mewakili organisasi untuk membuat persetujuan atau kesepakatan dengan pihak lain setelah mendapatkan kesepakatan dalam rapat pengurus
C.  Mewakili organisasi untuk menghadiri acara atau agenda strategis lainnya
D.  Bersama-sama Sekretaris menandatangani surat-surat yang berhubungan dengan sikap dan kebijakan organisasi, baik bersifat kedalam maupun keluar
E.   Bersama-sama Sekretaris dan Bendahara merancang agenda mengupayakan pencarian dan penggalian sumber dana bagi aktifitas operasional dan program organisasi
F.   Memelihara keutuhan dan kekompakan seluruh pengurus organisasi
G.  Memberikan pokok-pokok pikiran yang merupakan strategi dan kebijakan Karang Taruna dalam rangka pelaksanaan program kerja maupun dalam menyikapi reformasi diseluruh tatanan kehidupan demi pencapaian cita-cita dan tujuan organisasi.
H.  Mengoptimalkan fungsi dan peran Wakil Ketua agar tercapainya efisiensi dan efektivitas kerja organisasi

2. Wakil Ketua Karang Taruna
Ø  Kewenangan
Membuat dan mengesahkan seluruh keputusan dan kebijakan organisasi di Seluruh Bidang dalam pengurusan.
Ø  Tanggungjawab
Mengkoordinasikan dan mengorganisasikan seluruh penyelenggara program kerja di Seluruh Bidang dalam pengurusan dan mempertanggungjawabkan kepada ketua.
Ø  Tugas
A. Mengkoordinasikan dan mewakili kepentingan organisasi di Seluruh Bidang dalam pengurusan.
B. Mewakili Ketua apabila berhalangan untuk setiap aktifitas dalam roda organisasi.
C. Merumuskan segala kebijakan di Seluruh Bidang dalam pengurusan
D. Mengawasi seluruh penyelenggaraan program kegiatan di seluruh bidang dalam pengurusan.

3.      Sekretaris
Ø  Kewenangan
Membuat dan mengesahkan keputusan dan kebijakan organisasi bersama-sama ketua dalam bidang administrasi dan penyelenggaraan roda organisasi.
Ø  Tanggungjawab
Mengordinasikan seluruh penyelenggaraan roda organisasi bidang administrasi dan tata kerja organisasi dan mempertanggung jawabkan kepada ketua.
Ø  Tugas
A. Bersama Ketua menandatangani surat masuk dan keluar pengurus.
B. Bersama Ketua dan Bendahara merupakan Tim Kerja Keuangan TKK) atau otorisator keuangan ditubuh pengurus.
C. Bertanggungjawab untuk setiap aktifitas di bidang administrasi dan tata kerja organisasi.
D. Merumuskan dan mengusulkan segala peraturan organisasi di bidang administrasi dan tata kerja organisasi untuk menjadi kebijakan organisasi
E. Mengawasi seluruh penyelenggaraan aktifitas organisasi di bidang administrasi dan tata kerja dan menghadiri rapat-rapat pleno dan rapat pengurus harian.
F. Memfasilitasi kebutuhan jaringan kerja internal organisasi antara bidang
G. Menjaga dan memelihara soliditas kepengurusan melalui konsolidasi internal dan menejemen konflik yang representive.


4.      Wakil Sekretaris
Ø  Kewenangan
Membuat dan mengesahkan keputusan dan kebijakan organisasi bersama-sama Sekretaris dalam hal kesekretariatan dan kerumahtanggaan.
Ø  Tanggungjawab
Mengordinasikan seluruh aktivitas kesekretariatan dan tata usaha organisasi dan mempertanggung jawabkan kepada Sekretaris.
Ø  Tugas
A. Mewakili sekretaris apabila berhalangan terutama untuk setiap aktifitas kesekretariatan dan tata kerja organisasi.
B. Bersama Sekretaris mengawasi seluruh penyelenggaraan aktifitas organisasi di bidang administrasi dan tata kerja dan menghadiri rapat-rapat pleno dan rapat pengurus harian.
C. Membuat risalah dalam setiap pertemuan/ rapat-rapat organisasi baik RPP maupun rapat pengurus harian (RPH)
D. Merumuskan, mengusulkan dan mendokumentasikan peraturan dan Data yang berkaitan dengan atribut dan asset yang tidak bergerak untuk mendukung kepentingan organisasi baik internal maupun eksternal.
E. Mengusulkan dan memfasilitasi kebutuhan organisasi dalam pengadaan akomodasi, logistik dan travel organisasi.

5.      Bendahara
Ø  Kewenangan
Membuat dan mengesahkan keputusan dan kebijakan organisasi bersama-sama Ketua dalam hal keuangan dan kekayaan organisasi.
Ø  Tanggungjawab
Mengordinasikan seluruh aktivitas pengolahan keuangan dan kekayaan organisasi dan mempertanggungjawabkan kepada ketua.
Ø  Tugas
A. Mewakili Ketua apabila berhalangan hadir terutama untuk setiap aktivitas di bidang pengelolahan kekayaan dan keuangan organisasi.
B. Bersama Ketua dan Sekretaris merupakan Tim Kerja Keuangan TKK) atau otorisator keuangan ditubuh pengurus.
C. Merumuskan dan mengusulkan segala peraturan organisasi di bidang pengelolahan kekayaan dan keuangan organisasi untuk menjadi kebijakan organisasi.
D. Memimpin rapat-rapat organisasi dibidang pengolahan kekayaan dan keuangan organisasi,menghadiri rapat-rapat pleno dan rapat pengurus harian.
E. Memfasilitasi kebutuhan pembiayaan program kerja dan roda organisasi.

6.      Wakil Bendahara
Ø  Kewenangan
Membuat dan mengesahkan keputusan dan kebijakan organisasi bersama-sama Bendahara dalam pengolahan pengawasan dan pemeriksaan kekayaan keuangan.
Ø  Tanggungjawab
Mengkoordinasikan seluruh aktivitas pengolahan/pembukuan keuangan organisasi dan mempertanggungjawabkan kepada Bendahara.
Ø  Tugas
A. Mewakili Bendahara apabila berhalangan hadir terutama untuk setiap aktivitas di bidang pengelolahan kekayaan dan keuangan organisasi.
B. Merumuskan dan mengusulkan segala peraturan organisasi tentang system pembukuan keuangan organisasi untuk menjadi kebijakan organisasi.
C. Menyelenggarakan aktifitas pembukuan terhadap transaksi pengeluaran dan pemasukan keuangan secara rutin.

7.      Bidang Keagamaan
·         Kewenangan
Menyelenggarakan segala aktivitas organisasi pengembangan Sumber Daya Manusia yang terkait dengan Keagamaan mulai dari perencanaan hingga laporan.
·         Tanggungjawab
Mengkoordinasikan dan mengorganisasikan seluruh penyelenggaraan aktifitas program kerja dan pelaksanaan kebijakan organisasi dalam Bidang Keagamaan serta mempertanggungjawabkan kepada Wakil Ketua.
·         Tugas
Merumuskan serta mengusulkan semua peraturan organisasi tentang system dan mekanisme pelaksanaan program kerja di Bidang Keagamaan sesuai dengan visi dan misi organisasi itu sendiri guna menjadi kebijakan organisasi.
a.       Merumuskan dan mengusulkan program-program kegiatan beserta anggaran kegiatan setiap tahunnya untuk disetujui oleh Rapat Pengurus.
b.      Mendata dan menginventarisir aktivitas Keagamaan yang telah ada untuk diteliti dan dikaji untuk menjadi bahan pengembangan secara lebih lanjut.
c.       Menyelenggarakan pembinaan dan pendampingan dalam rangka melalui aktivitas di Bidang Keagamaan baik secara temporer maupun secara rutin melalui lembaga-lembaga Keagamaan,  perkumpulan Keagamaan remaja yang bersifat Koordinatif.
d.      Membangun hubungan kerjasama kemitraan dengan pihak lain untuk mengembangkan aktivitas Keagamaan khususnya bagi Warga sekitar maupun masyarakat pada umumnya.
e.       Menyelenggarakan Peringatan Hari-Hari Besar Keagamaan.

8.      Bidang Pendidikan
Ø  Kewenangan
Menyelenggarakan segala aktivitas organisasi pengembangan Sumber Daya Manusia yang terkait dengan Pendidikan mulai dari perencanaan hingga laporan.
Ø  Tanggungjawab
Mengkoordinasikan dan mengorganisasikan seluruh penyelenggaraan aktifitas program kerja dan pelaksanaan kebijakan organisasi dalam Bidang Pendidikan serta mempertanggungjawabkannya kepada Wakil Ketua.
Ø  Tugas
A. Merumuskan dan mengusulkan segala peraturan organisasi mengenai system serta mekanisme pelaksanaan program kerja Bidang Pendidikan sesuai dengan visi dan misi organisasi untuk menjadi kebijakan organisasi.
B. Merumuskan dan mengusulkan program kegiatan berikut anggaran kegiatan setiap tahunnya unruk disetujui oleh Rapat Pengurus.
C. Mendata serta menginventarisir aktivitas Pendidikan yang telah ada untuk diteliti dan dikaji menjadi bahan pengembangan secara lebih lanjut.
D. Menyelenggarakan dalam pemberdayaan pemuda dan masyarakat pada umumnya.
E. Membangun hubungan kerjasama kemitraan dengan pihak lain untuk mengembangkan aktivitas Pendidikan khususnya bagi Warga Karang Taruna maupun masyarakat pada umumnya.
F. Menyelenggarakan kegiatan Pelatihan-Pelatihan.



9.      Bidang Usaha Kesejahteraan Sosial
Ø  Kewenangan
Menyelenggarakan segala aktivitas di bidang Usaha Kesejahteraan Sosial yang terkait dengan Pelaksanaan fungsi-fungsi Karang Taruna dalam Pelaksanaan bantuan Pelayanan serta Rehabilitasi Sosial khususnya pada para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial(PMKS) mulai dari perencanaan kegiatan hingga laporan kegiatan.
Ø  Tanggungjawab
Mengkoordinasikan dan mengorganisasikan seluruh penyelenggaraan aktifitas program kerja serta pelaksanaan kebijakan organisasi dalam Bidang Usaha Kesejahteraan Sosial serta mempertanggungjawabkannya kepada Wakil Ketua.
Ø  Tugas
A. Merumuskan dan mengusulkan peraturan organisasi mengenai system serta mekanisme pelaksanaan program kerja di Bidang Usaha Kesejahteraan Sosial sesuai dengan visi dan misi organisasi, untuk menjadikannya sebagai kebijakan organisasi.
B. Merumuskan dan mengusulkan program kegiatan berikut anggaran kegiatan setiap tahunnya untuk disetujui oleh Rapat Pengurus.
C. Mendata dan menginventarisir aktivitas bantuan, Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial yang sudah ada untuk diteliti dan dikaji menjadi bahan pengembangan lebih lanjut.
D. Menyelenggarakan aktivitas bantuan sosial dalam berbagai bentuk seperti santunan dan bantuan lainnya dalam momentum tertentu secara berkala.
E. Membangun hubungan kerjasama kemitraan dengan pihak lain untuk mengembangkan aktivitas Pelayanan Sosial Terpadu kepada Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial (PMKS).

10.  Bidang Lingkungan
Ø  Kewenangan
Menyelenggarakan segala aktivitas produktif yang terkait dengan pemeliharaan Lingkungan mulai dari perencanaan hingga laporan kegiatan.
Ø  Tanggungjawab
Mengkoordinasikan dan mengorganisasikan seluruh penyelenggaraan aktifitas program kerja dan pelaksanaan kebijakan organisasi dalam Bidang Lingkungan serta mempertanggungjawabkannya kepada Wakil Ketua.
Ø  Tugas
A. Merumuskan dan mengusulkan segala peraturan organisasi mengenai system serta mekanisme pelaksanaan program kerja Bidang Lingkungan sesuai dengan visi dan misi organisasi untuk dijadikan sebagai kebijakan organisasi.
B. Merumuskan serta mengusulkan program-program kegiatan beserta anggaran kegiatan setiap tahunnya untuk disetujui oleh Rapat Pengurus.
C. Mendata serta menginventarisir aktivitas di bidang Lingkungan yang sudah ada untuk diteliti dan dikaji menjadi bahan pengembangan yang lebih lanjut.
D. Menyelenggarakan pembinaan dan pendampingan dalam rangka memelihara dan mengembangkan melalui aktivitas di Bidang Lingkungan, baik secara temporer maupun secara rutin.
E. Membangun hubungan kerjasama kemitraan dengan pihak terkait untuk mengembangkan aktivitas Lingkungan, khususnya bagi Warga Karang Taruna maupun masyarakat pada umumnya.




11.  Bidang Kesenian dan Olah Raga
Ø  Kewenangan
Menyelenggarakan segala aktivitas organisasi pengembangan Sumber Daya Manusia(SDM) yang terkait dengan Kesenian dan Olahraga mulai dari perencanaan hingga sampai laporan kegiatan.
Ø  Tanggungjawab
Mengkoordinasikan dan mengorganisasikan seluruh penyelenggaraan aktifitas program kerja dan pelaksanaan kebijakan organisasi dalam Bidang Kesenian dan Olahraga serta mempertanggungjawabkannya kepada Wakil Ketua.
Ø  Tugas
A. Merumuskan dan mengusulkan segala peraturan organisasi mengenai system serta mekanisme pelaksanaan program kerja Bidang Kesenian dan Olahraga sesuai dengan visi dan misi organisasi untuk  dijadikan sebagai kebijakan organisasi.
B. Merumuskan dan mengusulkan program-program kegiatan beserta anggaran kegiatan setiap tahunnya untuk disetujui oleh Rapat Pengurus.
C. Mendata dan menginventarisir aktivitas Kesenian dan Olahraga yang sudah ada untuk diteliti dan dikaji menjadi bahan pengembangan secara lebih lanjut.
D. Menyelenggarakan pembinaan dan pendampingan dalam rangka melalui aktivitas di Bidang Kesenian dan Olahraga baik secara temporer  maupun secara rutin melalui klub-klub dan sanggar-sanggar Kesenian.
E. Membangun hubungan kerjasama kemitraan dengan terkait guna untuk mengembangkan aktivitas Kesenian dan Olahraga khususnya bagi Warga Karang Taruna maupun masyarakat pada umumnya.
F. Menyelenggarakan Kegiatan Pekan Olahraga dan Kesenian Secara Berkala.

12.  Bidang Hubungan Masyarakat
Ø  Kewenangan
Menyelenggarakan segala aktivitas organisasi yang terkait dengan pelaksanaan fungsi Hubungan Masyarakat mulai dari perencanaan kegiatan hingga laporan kegiantan.
Ø  Tanggungjawab
Mengkoordinasikan dan mengorganisasikan seluruh penyelenggaraan aktifitas program kerja dan pelaksanaan kebijakan organisasi dalam Bidang Hubungan Masyarakat serta mempertanggungjawabkannya kepada Wakil Ketua.
Ø  Tugas
A. Merumuskan dan mengusulkan segala peraturan organisasi mengenai system dan mekanisme pelaksanaan program kerja Bidang Hubungan Masyarakat sesuai dengan visi dan misi organisasi untuk dijadikan kebijakan organisasi.
B. Merumuskan dan mengusulkan program kegiatan beserta anggaran kegiatan setiap tahunnya untuk disetujui oleh Rapat Pengurus.
C. Mendata dan menginventarisir aktivitas Hubungan Masyarakat yang telah ada untuk diteliti dan dikaji menjadi bahan pengembangan secara lebih lanjut.
D. Menyelenggarakan aktivitas publikatif dan promotif dalam rangka memperkenalkan organisasi dengan berbagai program dan perspektif hingga mampu membentuk opini publik yang menguntungkan organisasi.
E. Membangun hubungan kerjasama dengan pihak lain untuk mengembangkan aktivitas Hubungan Masyarakat khususnya bagi Warga Karang Taruna maupun masyarakat pada umumnya.
F. Bertindak Selaku juru bicara organisasi yang berwenang menjembatani kepentingan organisasi dengan pihak pers dan masyarakat.
G. Menyelenggarakan Kegiatan gerakan masyarakat dalam bidang Komunikasi.
BAB III
PENUTUP

1)      Kesimpulan
jadi setiap remaja harus mempunyai kegiatan dilingkungannya ataupun diluar lingkungan dan melakukan hal yang positiv agar dapat meyakinkan bahwa pemuda-pemudi bukanlah perusak. dan pemuda harus mempunyai rasa solidaritas dalam kegiatanya agar dapat tercapai suatu tujuan yang diinginkan bersama. 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar